Orang Keren Itu Saling Sapa

 

AKSI : Salah satu kondisi warga lanjut usia tampak di dalam monitor anggota Tetes Air.

AKSI : Salah satu kondisi warga lanjut usia tampak di dalam monitor anggota Tetes Air.

Dua hari ini saya mengalami peristiwa keren. Di samping menyaksikan fenomena langka gerhana matahari. Saya menemui peristiwa lebih menarik, saat para orang keren bahu membahu melakukan kata hatinya.

Setelah menerima kabar dari orang-orang keren, pagi tadi saya menyaksikannya. Ya, saya lebih suka memakai kata keren untuk menggambarkan orang-orang baik. Dalam kamus saya, orang baik yang bergerak dan mampu menggerakkan itu layak disebut keren.

Sejumlah kawan bersama temannya kawan, para pekerja kreatif di sekitaran Genteng melalui gerakan kepedulian yang mereka namakan Tetes Air, telah melakukan misi mulia. Mendata dan membantu para papa yang butuh bantuan.

Salah satu dari mereka, beberapa waktu lalu, mengunggah postingan di facebook terkait kondisi beberapa warga yang membutuhkan dukungan, baik medis maupun sosial. Dan sepertinya saya salah satu nama yang ditandai dalam akun itu. Saya menganggapnya ini satu kehormatan.

Tak berselang lama, kira-kira dua hari setelah gambar itu muncul di dinding fb saya, seorang PNS yang saat ini bertugas di RSUD menelepon saya. Dengan gaya bicara to the point dia menanyakan lokasi dan kondisi orang yang ada di unggahan tersebut. Dengan kaget pun saya memberikan keterangan yang saya dapat dari Tetes Air. yang bikin keren lagi, saat saya menanyakan apakah itu tidak sebaiknya ditangani terlebih dahulu puskesmas setempat. Dengan cepat beliau menjawab. “Nanti nunggu lama, kita lihat saja dulu,”.

Hari ini, sehari setelah telepon dari staf RSUD Genteng itu masuk ke nomor saya. hal yang saya harapkan itu pun terjadi, beberapa orang tua jompo yang dimaksudkan dikunjungi. Dua petugas RSUD, seorang kepala di bagian UGD dan seorang staf tata usaha. “ kalau memang butuh dibawa kita siapkan ambulance, kalau cukup diobati ya kita obati,” jelasnya.

Akhirnya, dengan kunjungan itu pun, daya asa kami pun ada. Para tetangga pun kini lebih terbuka. beberapa orang yang semula masih merasa bingung karena takut, kini mulai berani berbuat, melakukan hal baik. informasi yang benar dan akurat mengenai kondisi para papa ini juga membuka kesadaran mereka. rasa itu pun seolah semakin terpupuk. Peduli yang sebelumnya tertutup jerami rasa enggan itu kini telah tumbuh dan memiliki mekar daun yang indah.

Semua orang yang terlibat dalam hal ini menurut saya keren. Saya tidak peduli jika ada orang yang mengaitkan itu dengan pencitraan atau apa. Bahkan, seandainya itu pun pamrih, saya rasa tidak masalah. Lebih baik berbuat, entah out pamrih atau pencitraan. Tapi saya yakin, mereka semua orang yang melakukan itu karena tugas dan yang lebih penting panggilan kemanusiaan.

Saat ini mereka telah saling kenal, saling beraksi. tanpa menyalahkan. Dari hal kecil ini, satu instrumen sederhana yang perlu diperkuat menurut saya mengenal, dimulai dengan saling sapa.